Jumat, 22 Juni 2012

Karakteristik Sinetron Di Garis Katulistiwa


Sinetron Indonesia yang dulu di Era tahun 2000-2005 mungkin sempat memegang Ranting Televisi terbanyak karena memliki sejuta atau mungkin berjuta-juta pemirsa penggemar sinetron yang ada di Indonesia,tapi jika kita sadari sinetron Indonesia pada intinya semua jalan cerita beserta karakternya hampir semua sama,berikut adalah ciri-ciri sinetron yang ada di Indonesia :

1.       Tokoh Utama
Tokoh utama pada setiap sinetron Indonesia kebanyakan cewe cengeng atau kalau tidak cewe tomboy dan gembel gembel.
2.       Pemeran Pria (Tokoh ke dua)
Pemeran pria untuk sinetron di Indonesia biasanya pria tampan dan tajir yang menyukai cewe gembel miskin yang cantik jelita,dan pertemuan mereka  biasanya tidak sengaja terjadi.dan tokoh utama pun jatuh cinta.
3.       Antagonis
Selalu saja ada pemeran antagonis yang tidak suka dengan pemeran tokoh utama dan biasanya pemeran antagonis ini sudah di jodohkan dengan tokoh ke dua yaitu pemeran pria.sudah pasti pemeran antagonis ini wanita yang gila harta dan jabatan.
4.       Maksa
Sering kita lihat sinetron indonesia kadang berlanjut sampe beberpa episode mungkin dengan bebrapa alasan tertentu jadi para sutradara memutuskan untuk melanjutkan ceritnya,tapi kalau di lihat baik-baik agak sedikit memaksa.
5.       Kejadian Ilang ingatan
Adegan seperti hilang ingatan seperti ini sering terjadi pada tokoh utama baik itu di awal cerita dan ada pula sutrada yang menyelipkan adegan ini di pertengahan sinetron.dan adegan ini biasanya menjadi asal muasal jalan cerita sinetron Indonesia.
6.       Anak tertukar
Adegan ini terjadi biasanya pada saat awal sinetron ini di mulai dimana orang tua dari tokoh utama dan kedua menlahirkan di tempat yang bersamaan dan tidak sengaja ada orang yang menukar bayi mereka.
7.       Ending Sinetron
Ending sinetron-sinetron Indonesia biasanya tokoh utama yang tadinya miskin dan tak punya apa-apa ternyata dia adalah orang kaya yang terpisah dari keluarganya yang kaya dan menyadari hal tersebut sang orang tua dari si tokoh utama ini yang tadinya tidak setuju tokoh utama dan ke dua bersama akhirnya setuju dan memilih berdamai dengan tokoh utama,tentu saja pemeran antagonis juga menyusul.

Ciri-ciri di atas adalah syarat mutlak membuat sinetron di Indonesia yang sudah dari zaman penulis masih duduk di bangku SD sampai Perguruan tinggi, ceritnya masih itu-tiu saja tidak banyak perubahan yang meonjol yang di perlihatkan,nah ini PR(pekerjaan rumah) untuk para sutradara Indonesia yang kreatif-kreatif sebelum membuat sinetron khususnya di Indonesia ada baiknya juga untuk dapat memberikan sesuatu yang baru kepada masyarakat untuk bursa sinetron Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Ngeri.com